Senin, 15 Agustus 2011

IKUT AJANG PUTRA – PUTRI BATIK


Hai pemirsa kembali lagi bersama saya setelah lama tidak posting lagi sekarang saya akan langsung memposting tentang pengalaman saya lagi. Pengalaman saya ini adalah tentang keikutsertaan saya mengikuti Pemilihan Putra – Putri Batik Kabupaten Kediri pada hari kamis tanggal 30 juni 2011. Baiklah tidak usah lama-lama sya akan langsung menceritakan pengalaman saya mengikuti ajang kontes Pemilihan Putra – Putri Batik Kabupaten Kediri.
Pertama kalinya saya mengenal ajang ini adalah ketika saya sedang duduk di bangku SMP ketika itu salah satu kakak keponakan saya yaitu Riski pada tahun 2010 sedang mengikuti ivent ajang pemilihan putra – putri batik kabupaten kediri tahun 2010. Nah dari situ saya baru sadar bahwa salah satu warga Sambiroto dapat maju ketingkat kabupaten karena itu saya kemudian minder mengapa kakak saya bisa tampil tetapi saya kok tidak ini membuat saya menjadi berani untuk menyainginya. Dan untungnya dia juga mendapatkan juara juga walaupun Cuma 10 besar yaitu sebagai Best Pasangan Terbaik kemudian dari situ saya sangat – sangat ingin sekali mengikuti jejaknya.

Keduakalinya ketika saya sudah bersekelah di SMA N 1PARE kususnya sedang duduk dikelas X-2  ada suatu promosi tentang duta wisata kabupaten kediri yaitu Inu Kirana kab Kediri dan ketika ditawari untuk pendaftaran saya belum tertarik untuk mendaftarkan menjadi duta wisata Kabupaten Kediri dan yang daftar di kelas saya Cuma 2 orang yaitu Bayu dan Silmi dan ketika babak penyisihan tidak ada satu siswapun dari SMA N 1 PARE yang masuk 10 besar dalam pemilihan duta wisata Inu Kirana kabupaten Kediri. Dan setelah ada acara di salah satu stasiun swasta di kediri yaitu KSTV menyiarkan secara langsung acara tersebut dan aku pun di sela sela menonton TV pun melihat acaranya sesion perkenalan diri  saya sebenarnya sempat memperhatikan waktu perkenalan ada wakil dari kayen kidul tetapi saya tidak tahu itu siapa karena pada saat itu chanel KSTV saya sedang burek atau tidak bening , maklum karena pada saat itu cuaca sedang agak hujan dan mendung sedikit di hiasi dengan petir
 Dan saat itu aku tidak tahu bahwa salah satu dari peserta Inu Kirana Kab Kediri tahun 2011 adalah Zaki salah satu kakak keponakanku tetapi aku tidak mengetahuinya. Dan kebetulan saat itu saya tidak melihat sampai acara selesai. Kemudian besoknya saya sedang ngomong –ngomong dengan teman – teman saya kemudian membicarakan acara TV kemarin yaitu acara Pemilihan Duta wisata Inu Kirana Kab Kediri dan saat itu taman ku memberitahu bahwa mas Zaki mendapat peringkat 5 besar. Dari situ saya terkejut “loh kok bisa ya mas Eki masuk Inu Kirana kab Kediri”. Kemudian saya bertanya kepada teman teman saya loh kamu tahu dari mana dia menjawab “loh la dek ingi we opo ra ndelok neng KSTV , dekingi akundeloke!”. Karena itu aku sangat tidak percaya dan saya pun menyesal kemarin tidak melihat acara tersebut.
Ketiga kalinya disekolahan saya sedang ngomong –ngomong dengan teman saya dan membicarakan Inu Kirana teman ku memberi saraan saya kalau ingin ikut ikut saja Pemilihan Putra – Putri Batik Kab Kediri. Dari situ saya mempunyai keinginan kuat untuk maju ikut Putra – Putri Batik. Hari brganti hari minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan tak terasa sudah bulan juni 2011. Pada saat sebelum pendaftaran mas Eki menanyaiku tentang keikut sertaan dalam kontes pemilihan Putra Putri Batik “heh we melu putra putri batik gak nek melu tak warai cat walk”. Karena pendaftaran di tutup tgl 28 juni 2011 saya kemudian pergi ke mas Eki untuk minta bantuan daftar. Sebenarnya aku tidak mau daftar sendirian tetapi aku ingin mengajak teman temanku dan aku ingin mengajak Risqi tetapi dia tidak mau karena dia sudah ikut pada tahun sebelumnya. Dan ia tidak mungkin ikut lagi. Saat tanggal 28 itu saya disuruh datang ke pendopo kab kediri untuk mengikuti teknichal meting. Tanpa diantar siapapun jam setengah sembilan saya langsung datang kependopo disana sebenarnya saya sangat malu karena sejak pertama datang dan memarkirkan motor saya bertemu dengan Pak Kasbun mantan Jogoboyo desa Sambirobyong dan saya langsung menghampirinya untuk menyapanya. Dan sekalian bertemu dengan Pak Wo desa Sambirobyong. Tak lamakemudian saya langsung datang ke pendaftaran untuk menyerahkan foto ukuran 3R karena kemarin ukuranya salah jadi saya mengumpulkan lagi deh.
Kemudian disana ternyata juga ketemu dengan Mas Anggarda alumni SMA N 1 Pare 2011 , maklum karena dia pernah menjadi Finalis Inu Kirana th 2009 dia datang bersama dengan Desvita(maaf lupa namanya) salah satu siswa SMA N 1 Pare kelas XII – IA1 dia diajak Mas Anggarda. Tak lama kemudian acara tecnichal metting pun dimulai saya sangat malu karena saya tidak membawa teman saya kemudian mencari kenalan maaf lupa namanya, setelah itu kemudian saya kok melihat Rizki Aprilia salah satu siswi SMA N 1 Pare kelas XII – IA3 dan dia pun duduk di sampingku tetapi mungkin dia tidak tahu aku salah satu Siswa SMA N 1 Pare. Setelah pemberian pengarahan oleh panitia dan Salah satu Finalis Inu Kirana 2009 yaitu Ulfa (mantan Host Higlight Persik Mania di KSTV). Setelah itu giliran Mas Eki yang memberi pengarahan ternyata tak kusangka mas Eki kalau berbicara sangat enak seperti pembawa acara di Televisi televisi. Dia sangat lincah dan seperti sudah tidak punya malu lagi untuk berbicara di depan umum. Setelah itu ada percobaan untuk peserta yang akan melihatkan bakatnya dan tiba – tiba Ulfa menunjukku dan menanyakan bakatku dan tiba – tiba tanpa sadar aku langsung menjawab “pu puisi” aku juga tidak tahu mengapa aku tadi menjawab dengan puisi padahal aku tidak berbakat untuk membaca puisi dan tidak pernah ikut lomba Puisi. Setelah itu di beri lmbaran kertas untuk menuliskan bakat nya sendiri dan selanjutnya dikumpulkan dan setelah itu harus keluar untuk pembagian nomor. Dan saat akan keluar tiba – tiba ada Azizah yaitu teman ku SMP tanpa basa basi aku langsung menyalaminya tetapi dia berfikir sejenak untuk mengingatnya “loh siapa ya kok pernah kenal , kayaknya teman ku SMP ”. kemudian aku menjawab aku Farid dan Azizah pun malah ngomong “oya aku sering bertemu jika berangkat sekolah.” .Kemudian selanjutnya adalah pembagian nomor peserta dan nomor untuk Poling SMS untuk merebutkan juara Favorit. Setelah selesai aku pun istirahat sejenak untuk melepas lelah dan tak lama kemudian Pak Kasbun dan Istrinya Pak Kasun Sambiroto pun lewat dan bertemu dengan mas Eki dan dia pun langsung menyalaminya, tetapi aku pun hanya diam saja bayangkan betama malunya bertemu dengan tetangganya sendiri.kemudian aku pun langsung ijin mas Eki untuk pulang. Kemudian aku langsung pulang dan melewati Simpang Lima Gumul.
Besoknya pada tanggal 29 aku langsung mencari mas Eki tetapi tidak ada karena sudah berangkat kemudian saya pergi ke rumahnya Mas Riski untuk meminta dukungan. Setelah itu aku mendapat pinjaman jaket yang selama ini aku pake untuk sekolah bewarna putih.
Pada tanggal 30 juni paginya aku mencari mas Eki untuk meminta mengajarkan cara Cathwalk dan setelah itu tak lama aku langsung pulang. Setelah itu dirumah aku nganggur untuk coba – coba latihan berjalan Cathwalk. Kemudian sebelum jam 12 siang aku pun tidur, eh belum bisa tidur malah hp ku berbunyi dan akhirnya aku angkat setelah aku angkat, suaranya pun tidak jelas kemudian aku suruh mengulanginya dan ternyata yang menelepon dari panitia Putra – Putri batik aku pun diberi informasi untuk datang ke tempat acara di panggung 3 jam 5 sore untuk acara gladi bersih dahulu.
Sore harinya sebelum jam 4 mas Riski datang dengan membawa baju Batik tetapi aku tidak mau memakainya. Setelah itu dia pulang dan pada saat itu aku bersiap untuk mempersiapkan diri berangkat ke SLG. Setelah itu jam setengah 5 mas Riski datang dan mengantarku ke SLG aku khawatir kalau sudah terlambat dan ternyata setelah datang pun ternyata di sana belum ada apa- apa yang ada masih acara nge Band anak kecil yang sampai selesai jam setengah 6 baru saat itu mas Eki pun memberi pengarahan untuk acara nanti di atas panggung setelah itu baru peserta naik ke atas panggung untuk latihan di acaranya nanti. Setelah selesai disana pun semuanya turun. Waktu itu sebenarnya sudah magrib tetapi aku ironisnya aku tidak langsung solat magrib karena anggapanku setelah itu acaranya sudah langsung di mulai dan ternyata setelah itu masih ada acara ngeband lagi sampai kalau tidak salah jam setengah 8 baru mulai acaranya.
Saya pun langsung berbaris urut dengan nomer peserta kebetulan aku nomer 3 setelah itu langsung naik panggung dan berputar mengelilinginya dan rasanya diriku di atas panggung sangat malu sekali karena dilihat oleh sangat banyak orang sekali. Setelah itu urutan pertama langsung berjalan dan memperkenalkan diri dan setelah urutan yang kedua selesai kali ini giliran ku maju dan aku pun berjalan cathwalk ke samping ke depan tetapi saat itu diriku sangat malu karena dilihat banyak orang setelah selesai cathwalk saya langsung perkenalan diri di depan microphon dan diriku pun tambah sangat malu sekali karena tidak Cuma aku yang dilihat orang tetapi suaraku juga didengarkan banyak orang. Pada saat itu pembawa acara atau host nya adalah Inu Anggarda dan Kirana Ulfa, Mas Anggarda adalah alumni siswa SMA N 1 Pare jadi dia kenal Aku jadi aku sangat malu sekali. Setelah selesai aku langsung kembali ke belakang panggung.
Setelah menunggu karena jenuh aku mengajak Mas Riski ke acara pameran pekan budaya setelah lama berkeliling akhirnya aku kembali melihat acara nya yang belum selesai dan setelah lama pun aku menunggu akhirnya sekitar jam setengah 11 pun semua di panggil dan berbaris urut lagi untuk pesiapan naik panggung dengan acara pengumuman 10 Besar. Setelah itu semuanya pun naik dan setelah pengumuman Aku tidak terpilih menjadi 10 besar finalis Pemilihan Putra – Putri Batik Kab Kediri. Aku pun sangat kecewa sekali dengan prestasiku aku hanya iklas dengan semua itu mungkin itu jalan yang terbaik untuk diriku karena semua itu sudah ada yang mengatur. Selain itu peserta dari SMA N 1 Pare semuanya pun juga tidak lolos.
Setelah itu semuanya turun dan satu persatu pulang, setelah itu aku dan mas Riski pun bersiap untuk pulang tetapi sebelum nya aku punya kenalan dari SMADA Pare yaitu Rizal, Dia masuk dalam 10 besar. Setelah itu aku dan Mas Riski pulang dan hatiku pun rasanya tidak enak karena sudah ikut tidak menang lagi dan ironisnya belum solat magrib lagi. Setelah hampir sampai rumah pun motornya mas Riski pun bensinnya juga hampir habis jadi suaranya agak menyendat – nyendat jadi langsung dimatikan saja motornya tetapi belum sampai rumah dan akhirnya kami pun mengayuhnya dengan kaki sekitar 200meter setelah sampai di depan rumahku dia pun langsung memiringkan motornya untuk mengumpulkan bensinya setelah itu dia langsung menyalakan motornya dan langsung menggas puol motornya.
Kemudian aku langsung masuk kedalam rumah dan ternyata jam sudah menunjukkan puku 11.30 atau sekitar setengah 12 aku pun langsung bersiap untuk solat magrib dan ngisak dan setelah itu aku langsung tidur. Zzzz zzzz.
TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar